Gunadarma

Tuesday, January 11, 2011

Kutipan dan Daftar Pustaka


A.   Pengertian mengutip dan Fungsinya
Kutipan adalah salinan kalimat, paragraph atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.
Mengutip itu berbeda dengan plagiat. Plagiat adalah mengambil karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Yang perlu dihindari ialah kutipan yang tidak mengandung makna apa-apa dalam tulisan anda. Namun, namanya mengutip, jangan sekali-kali melakukan kesalahan ketika mengutip. Kalau ternyata terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi tanda ’sic’, yakni singkatan dari sicut (latin) yang berarti: memang demikianlah asalnya (tercetak). Atau, sesuai petunjuk dari Depdiknas-Pusat Bahasa sepertu termuat dalam Buku Pedoman Umum EYD, berikan tanda siku [ ] mengapit kutipan yang ternyata salah itu.
Fungsi Kutipan:
1. Untuk menunjang fakta,konseo, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan(catatan acuan)
2. Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah tyang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara cermat(catatan kaki)
B.   Macam-macam Kutipan
Pada umumnya kutipan dapat dibedakan mmenjadi 2 macam, yaitu:
1.    Kutipan langsung (Direct Quotation)
Adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya.
Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a.    Untuk mengutip rumus atau model matematika
b.    Untuk mengutip peraturan-peraturan hukum, surat keputudsan, surat perintah.
c.    Untuk mengutip peribahasa, puisi, karyadrama, dan kata-kata mutiara.
d.    Untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.
e.    Untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah yang jika dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.
Kutipan langsung dibagi menjadi 2, yaitu:
a.    Kutipan Langsung Pendek (Short Direct Quotation)
Adalah kutipan langsung yang panjangnya tidak nmelebihi tiga baris ketikan. Kutipan yang demikian dimasukkan dalam teks dengan memberikan tanda petik dyantara bahan yang dikutip. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat diberi titik tiga buah.
b.    Kutipan Langsung Panjang (Long Direct Quotation)
Adalah kutipan langsung yang panjangnya lebih dari tiga baris ketikkan. Kutipan tersebuut diberi tempat sendiri, dalam alinea baru yang berdiri sendiri, diketik dengan satu spasi, dan lebar jorokkan kedalam dan kalimat pertama adalah tujuh ketukan huruf dari garis tepi yang baru, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai sesudah dua ketukan huruf dari garis tepi kiri, serta tidak ditulis antara tanda petik.
2.    Kutipan Tidak Langsung (Indirect Quotation atau Paraphrase)
Adalah kutipan yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikirasn dan bahasa pengutip sendiri. Kutipan ini tidak dituliskkan diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.
Kutipan tidak langsung dibedekkan menjadi dua, yaitu:
a.    Kutipan tidak lsngsung pendek (short indirect quotation), adalah kutipan tidak langsung yang terdiri darisatu alinea atau kurang.
b.    Kutipan tidak langsung panjang(long indirect quotation), adalah kutipan tidak langsung yang terdiri lebih dari satu alinea.

C.   Cara Menempatkan Sumber Kutipan
Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1.    Cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.

2.    Cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi.

3.    Cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.
Sumber kutipan yang muncul pertama kali harus ditulis selengkap-lengkapnya, sedangkan untuk pemunculan kedua dan seterusnya dapat disingkat, adapun istilah singkatan dalam footnote itu ada banyak, tapi yang lebih sering digunakan itu ada tiga,yaiti:
a.    Ibid. : Ibidem, yaitu pada tempat yang sama diatas, tanpa diselungi sumber buku lain. setelah kata Ibid, sunber itu cukup ditulis nomor halamannya saja.
b.    Op. Cit : Opere Citato yaitu pada karya yang telah dikutip, dari sunmber buku yang sama, tapi diselingi oleh satu sumber buku yang lain.
c.    Loc. Cit : Loco Citato yaitu pada tempat yang telah dikutip dari sumber buku yang sama, tapi diselingi oleh satu atau lebih sumber buku yang lain.

D.   Cara Penulisan Sumber Kutipan dari Berbagai Sumber
Selain buku, sumber lain yang dapat dikutip adalah:
1.    Buku
Cara penulisan:
·         Jika satu sampai tiga pengarang, nama penulis ditulis sesuai dengan nama pengarang pada buku dan diikuti koma. Jika pengarang lebuh dari tiga pengarang, nam pengarang pertama diikuti singkatan dkk (dan kawan-kawan) atau et. al (et all).
·         Judul buku dicetak miring
·         Judul buku yang diikuti informasi(sub jadul, jilid, edisi);tidak disisipi koma atau titik.
·         Informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nam kota (diikuti titik dua), penerbit (diikuti koma) dan tahun, setelah kurung tutup diberu koma.
·         Dapat diikuti kata halaman (disingkat hlm atau h) dan dapat juga, nomor halaman angka arab dan diakhiri dengan titik.

2.    Penerbitan Pemerintah, Lembaga, Organisasi atau Badan-badan yang Terkemuka.
Cara penulisan:
Nama lembaga, judul penerbitan (diberi garis bawah), data tentang penerbitan (tanggal, bulan, serta tahun diapit tanda kurung), nomor halaman (bisa disingkat hlm atau h).
3.    Surat Kabar
Cara penulisan:
Macam tulisan atau nama pengarang (jika ada), judul berita atau karangan, nama surat kabar, data tentang penerbitan, bagian (jika ada, nomor halaman, kolom (jika ada).
4.    Artikel dalam Jurnal
Cara penuilisan:
Nama pengarang, juduk artikel (diikuti tanda petik), nama jurnal (dicrtak miring), nomor volume: nomor halaman, (tempat, bulan dan tahun penerbitan), nomor halaman.
5.    Terjemahan
Cara penulisan:
Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah (bisa disingkat terj.), (nama kota; penerbit, tahun), nomor halaman.
6.    Majalah
Cara penulisan:
Nama pengarang, judul artikel (diapit tanda petik), nama majalah dicetak miring (koma diletakkan sebelum tanda petik terakhir) nomor dan tanggal penerbitan, nomor halaman.
E.  Pengertian Daftar putaka
Daftar pustaka ( bibliografi ) adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karanagn yang disertainya.
Bahan-bahan yan layak dimasukkan kedalam daftar pustaka, harus berupa kutipan yang diambil dari sumber ynag dapat dipertangung jawabkan secara berbbot dan ilmiah. Semakin berbobot referensi yang digunakan berarti menunjukkan sekin bernilai dan berbobot karangan tersebut. Bahan yang tidak digunakan atau tidak dikutip dalam teks karangan atau sebaliknya. Karena itu, kejujuran dan objektifitas dalam memasukkan kutipan adalah tanggung jawab penulis.
F.  Cara Penyusuna Daftar Pustaka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan daftar pustaka:
1.    Jika satu pengarang, maka nama pengarang disusun dari belakang ke depan mengikuti urutan dalam buku kecuali nama Tionghoa.
2.    Penulis dua pengarang atau lebih, nama penulis pertama dibalik, penulis kedua dan seterusnya tidk diblik.
3.    Daftar pustaka ditulis menurut alphabtis, tanpa diberi nomer urut.
4.    Semua referensi yang ada dalam kutipan dan catatan kaki dimasukkan dalam daftar pustaka.
Penyusunan bibliografi ada dua cara, yaitu:
1.    Nama Pengarang, Judul, Nama Kota: Nama Penerbit, Tahun Terbit.
2.    Nama Pengarang, Tahun Terbit (angka tahun boleh diapit tanda kurung asal konsisten). Judul, Kota Penerbit: Nama Penerbit.
Cara yang kedua lebih banyak digunakan karena berlaku secra internasional, atau disebut model APA (American Psychological Association).
 Contoh Daftar Pustaka:
·         Yahya, Islahudin. 2008. Teknik Penulisn Karangan Ilmiah. Surabaya: Surya Jaya Raya.
·         Juanda, Asep dan Kaka Rosdyanto. 2007. Inti Sari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
·         Wijono Hs. 2007. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruaan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
Sumber


Rafly Andreas. Powered by Blogger.
casper
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More